Lingkungan membentuk karakter anak-anak melalui permaianan bersama

Waktu kecil terutama ketika malam minggu di halaman rumah mbah penatus mbah Santarji atau Eyang Nurasid (Almarhum) yang luas bersih dan bulan purnama bulat penuh muncul  anak-anak desa riuh rendah dalam permainan tradisional ala desa seperti, jaranan, jonjang, gobak sodor, baren, jago-jagoan sluku-sluku batok maupun kuwukan.

Sebagian lagi anak-anak desa ada yang bermain soyang-soyang dan cuplak-cuplak suweng serta sundamanda. Ini semua dilakukan anak-anak desa akan tetapi bukan lagi sekarang yang sudah berubah jaman, sangat disayangkan semua ini semakin hilang dari kehidupan desa sebagai permainan yang tidak membutuhkan banyak uang akan tetapi sekaligus bisa mendidik pelakunyaq yang memainkan permainan tersebut. Ya itu cuma masa lalu yang entah kapan bisa ada lagi di tengah-tengah masyarakat desa sebagai seni permainan yang perlu dilestarikan.

Anak desa sekarang lebih memilih duduk di depan Televisi atau memagang handphone berlama-lama dengan facebooknya maupun main game.

(Dibaca total 62 kali, dibaca 1 kali hari ini)