Remaja putus sekolah sedang menerima pelatihan

Karangnangka-Pelayanan sosial bagi remaja terlantar atau putus sekolah merupakan salah satu program pemerintah untuk mengembangkan kepribadian dan kemampuan remaja kurang beruntung agar turut berperan aktif dalam pembangunan bangsa. Program pengembangan tersebut menjadi hal yang sangat krusial mengingat di setiap desa maupun wilayah semakin meningkat jumlahnya remaja yang putus sekolah.

Tenaga Kesejahteraan Sosial Kecamatan (TKSK) dan pekerja Sosial Masyrakat (PSM) sangat di perlukan untuk membantu menangani hal tersebut, sebagai pelaksana lapangan.

Semua ini perlu pengetahuan dan pemahaman bagi TKSK dan PSM sehingga remaja putus sekolah benar-benar bisa memiliki kemampuan dan ketrampilan serta dapat berkembang secara wajar ditengah masyarakat sehingga dapat terampil aktif berpartisipasi dalam pembangunan.

Rabu 20 Pebruari 2013 27 TKSK yang ada di seluruh Kecamatan di Kabupaten Banyumas dan 13 PSM Kecamatan di Kabupaten Banyumas melakukakn kunjungan untuk melihat lebih dekat bagaimana penanganan remaja putus sekolah di Panti Sosial Bina Remaja Bambu Apus Jakarta Timur.

Untuk Kecamatan Kedungbanteng diwakili oleh satu orang PSM desa Karangnangka, sedangkan dari Dinas Sosial Tenaga Kerja dan Transmigrasi, yang mengikuti kunjungan adalah Kepala Dinsosnakertrans beserta Staffnya yang berjumlah tujuh orang sebagai pendamping para TKSK dan PSM.

Menurut Kodirin PSM Karangnangka menyampaikan,” dengan kunjungan kerja ke PSBR Bambu Apus Jakarta nantinya diharapkan para TKSK dan PSM bisa ikut memecahkan permasalahan sosial terutama bagi remaja terlantar dan putus sekolah”, ujarnya.

Selaku TKSK dan PSM diharapkan bisa memberikan bimbingan dan pelayanan yang bersifat preventif, rehabiltatif dan promotif dalam bentuk mental, sosial pelatihan ketrampilan resosialisasi serta bimbingan lanjutan bagi remaja terlantar maupun putus sekolah agar mampu mandiri dan berperan aktif dalam kehidupan bermasyarakat, serta menimbulkan kesadaran untuk mengembangkan potensinya dan yang lebih penting meningkatkan jaraingan kerja dalam upaya mencapai kemandirian.

Panti Sosial Bina Remaja Bambu Apus itu sendiri panti yang berada dibawah Kementerian Sosial yang sudah lama menangani anak-anak terlantar dari berbagai daerah yang ada di Indonesia, yang tentunya untuk anggaran juga dari Pemerintah Pusat sehingga penanganannya sangat baik.

Banyak kegiatan yang didapat bagi remaja putus sekolah yang berada di PSBR Bambu Apus seperti halnya, latihan menjahit, las, montir, salon rambut disamping itu juga ada pengembangan sikap, pengembangan jiwa kewirausahaan sehingga setelah dari panti para remaja tersebut mempunyai bekal ketrampilan untuk bisa mandiri ketika kembali kekeluarga maupun berbaur dengan masyarakat.

Permasalahan sosial akan selalu ada ditengah-tengah kehidupan masyarakat ini tentunya juga bukan hanya tanggung jawab pemerintah saja akan tetapi semua lapisan masyarakat untuk bisa membantu dalam penangulangan masalah sosial. Kesetiakawanan dan gotong royong salah satu modal dasar dalam ikut serta mengatasi permasalahan sosial yang timbul di masyarakat.

(Dibaca total 74 kali, dibaca 1 kali hari ini)