Penghitungan Suara Di TPS dalam Pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Banyumas 2013

Karangnangka-Minggu, 17 Pebruari 2013 di 331 desa serentak mengadakan penyelenggaraan pemungutan suara untuk memilih Bupati dan Wakil Bupati Banyumas periode 2013 – 2018. Enam pasangan calon memperebutkan suara warga se Kabupaten Banyumas untuk menjadikan orang nomor satu yang memimpin Banyumas, baik yang diusung oleh partai maupun dari jalur independen.

Untuk Pilkada Bupati dan Wakil Bupati tahun 2013 ini ada 1,395 Tempat Pemungutan Suara ( TPS ) yang tersebar di 27 Kecamatan dengan jumlah pemilih 588.980 orang.

Seperti halnya desa-desa yang ada di kabupaten Banyumas desa Karangnangka Kecamatan Kedungbanteng pun ikut sibuk menyelenggarakan pemungutan suara yang terbagi dalam 6 TPS dengan jumlah pemilih sebanyak 3.028 orang. Pada pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Banyumas kali ini dari jumlah yang ada di Daftar Pemilih Tetap (DPT) sebanyak 3.028 orang, yang mengunakan hak pilihnya sebanyak 2.107. Ada 796 orang tidak hadir memberikan suaranya karena dengan berbagai alasan seperti ada yang di perantauan maupun mereka yang sedang belajar di luar kota yang tidak mungkin mereka pulang hanya satu hari saja. Sedang suara tidak sah sebanyak 125 orang yang mana tidak sahnya ini didominasi oleh tembus pada dua tanda gambar yang bukan dalam pasanganya atau malah ada yang tidak di coblos sama sekali.

Dalam pilkada kali ini untuk desa Karangnangka yang unggul pasangan calon yang diusung dari Partai PDIP yaitu Ir. H. Achmad Husein dan dr, Budhi Setiawan yang memperoleh suara sebanyak 1004 suara, sedangkan dari calon incument memperoleh suara 424 suara yaitu pasangan Drs. H. Mardjoko,MM dan dr. Gempol Suwandono yang diusung oleh Golkar dan partai Gerindra, sedangkan pasangan Muhsonuddin,S.Ag dan Hendri Anggoro Budi,ST., SE., SH dengan perolehan suara 475 suara, H. Warman,SH., S.E., MM dan Hj. Winarni,S., M.Hum mendapatkan suara sebanyak 91 suara, 57 suara dan 56 suara didapat oleh pasangan Anteng Tjahyono Widyadi,A.Md dan Drs. Dwi Basuki serta Toto Dirgantor dan Saifudin,SH.

Sehingga kalau diprosentasikan kehadiran masyarakat yang memberikan suaranya untuk desa Karangnangka 69,6 % dari jumlah yang terdaftar.

Walau yang hadir hanya 69,6% namun itu tidak begitu dipermasalahkan mengingat jumlah yang menggunakan hak pilihnya lebih banyak,” jelasnya.

Anggota PPS desa Karangnangka Taryono ,S.Pd menambahkan antusias masyarakat sangat jelas terlihat saat pembukaan TPS.

Sejumlah warga datang lebih awal sesuai perkiraan. Jadi mulai jam 7.30 warga mulai berdatangan ke Tempat Pemingutan Suara,” imbuhnya.

Antusias warga juga terlihat saat penghitungan suara berlangsung. Penghitungan dilakukan dengan cara terbuka dan disaksikan saksi dari pasangan calon dan ratusan warga Karangnangka yang sengaja hadir di Tempat Pemungutan Suara masing-masing .

Pemungutan suara telah selesai tapi bukan berarti juga sudah selesai tahapan pilihan umum Bupati dan Wakil Bupati ini, masih akan ada rekapitulasi suara sehingga nantinya akan didapat siapa yang pantas atau mendapat suara terbanyak dan layak menjadi orang nomor satu di Kabupaten Banyumas.

Dalam setiap pemilihan seorang pimpinan pasti ada yang kalah dan ada yang menang, disinilah suatu pembelajaran atau proses untuk menjadi dewasa dalam menerima kalah atau menang dan selalu menjaga sportifitas sehingga pasca pilkada akan menjadikan kondisi yang aman, damai dan saling menghargai.

Di pasca pilkada ini juga jiwa seseorang akan diuji apakah mereka seorang pemimpin yang sejati walaupun kalah dan tetap menjadi seorang yang berjiwa besar karena kekalahannya, semoga Banyumas tetap aman dan kondusif.

(Dibaca total 69 kali, dibaca 1 kali hari ini)