Sapi Perah yang di Kelola Kelompok Barokah

KARANGNANGKA-Kalau selama ini anggapan bahwa generasi muda sekarang tidak punya kreatifitas, mandul, lebih suka hura hura sepertinya pandangan seperti itu tidak perlu kita generalisir. Ternyata masih banyak pemuda sekarang yang mampu menunjukan prestasi cukup membanggakan.

Pandangan-pandangan negatif tentang pemuda akan sirna begitu kita melihat kiprah sekelompok pemuda yang tergabung dalam Kelompok Tani Ternak sapi perah “BAROKAH” desa Karangnangka Kecamatan Kedungbanteng Kabupaten Banyumas. Meskipun tidak semua anggota kelompok ini berusia muda, ada juga yang sudah tua, namun keberhasilan kelompok ini adalah hasil pemikiran pemuda yang berpandangan maju.

Sosok seorang pemuda eks Buruh Migran yang mempelopori berdirinya Kelompok Tani Ternak sapi perah Barokah, berangkat dari keprihatinan melihat banyak sumber daya manusia yang tidak mempunyai pekerjaan dilingkungannya sehingga timbul keingginan untuk mengakomodir meraka menjadi kelompok yang setidaknya bisa memberikan lapangan pekerjaan bagi mereka untuk bisa meningkatkan kesejahteraan keluarga.

Kelompok Tani ternak sapi Perah Barokah ini berdiri tepatnya 19 Desember 2009 sampai sekarang sudah berjalan 3 tahun dan Mulai menampakan hasilnya, mereka yang tadinya tidak punya pekerjaan sejarang sudah bisa mempunyai pendapatan dari mengelola ternak tersebut.

Dan hingga sekarang kelompok ini beranggotakan 10 orang, berada dalam pembinaan Sarjana Masuk Desa (SMD).

Sampai sekarang Kelompok Tani Ternak Barokah mempunyai sapi sebanyak 19 ekor ini semua berkat kerjasama dengan Direktorat Jendral Peternakan Republik Indonesia, Dinas Pedternakan dan Perikanan Kabupaten Banyumas, Fakultas Peternakan Universitas Jendral Soedirman Purwokerto.

Sekarang dari 19 ekor sapi yang dipelihara telah berkembang menjadi 21 ekor 19 yang produksi susu 2 masih kecil (pedet) karena memang sudah ada yang beranak 2 dari 19 ekor tersebut. Produksi saat ini sudah dapat menghasilkan susu walaupun belum maksimal hasilnya, untuk saat ini baru rata-rata hasilnya 30 liter per hari dari 19 ekor.

Untuk mencukupi kebutuhan pakan ternak, mengupayakan dengan memanfaatkan tanah-tanah yang tidak produktif untuk menanam rumput unggulan. Kelompok ini juga memanfaatkan limbah pertanian yaitu jerami padi yang telah diolah dengan cara divermentasi khusunya pada musim kemarau/musim kering dimana pengadaan hijauan pakan ternak agak sulit.

Salikhun selaku ketua kelompok mengatakan “Kami berobsesi Kelompok Tani Ternak sapi perah bisa menjadi sentra di Kecamatan Kedungbanteng khususnya “ katanya

Kemajuan yang dicapai kelompok tani ternak sapi perah dalam kurun tiga tahun ini tidak lepas juga dari upaya yang dilakukan untuk meningkatkan pengetahuan dan ketrampilan para anggotanya.

Upaya tersebut dilakukan dengan cara diskusi dalam setiap pertemuan kelompok yang dilaksanakan satu bulan sekali secara rutin untuk menyampaikan informasi baru dan memecahkan setiap permasalahan yang ada maupun yang dihadapi oleh kelompok. Belajar ke kelompok lain yang telah maju usaha ternaknya serta mengikuti pembinaan yang diberikan oleh Dinas Peternakan dan Perikanan Kabupaten Banyumas maupun PPL serta pendamping dari SMD itu sendiri.

Diakui oleh Ketua Kelompok Tani Ternak Barokah, kemajuan dan keberhasilan kelompok ini sekarang tidak saja adanya saling pengertian dan keterpaduan antara sesama anggota kelompok, tetapi tidak terlepas dari dukungan dan pembinaan pemerintah desa maupun dinas-dinas terkait” imbuhnya

Darno salah satu anggota kelompok menyampaikan “ dengan saya menjadi anggota kelompok ini terus terang ekonomi keluarga saya sudah tidak begitu susah,karena saya ada pendapatan yang pasti tidak seperti sebelum saya jadi anggota. Sekarang saya dapat menyekolahkan anak dengan tenang tanpa saya harus binggung biaya bulanan maupun uang transport anak saya “ Ujarnya

(Dibaca total 104 kali, dibaca 1 kali hari ini)