Salah satu kelompok perempuan menerima kucuran kredit perguliran

KARANGNANGKA-Harus kita akui secara jujur bahwa maraknya program-program kredit pedesaan dari pemerintah atau lembaga lainnya , masih saja ada celah plus minusnya. Kalaupun banyak sisi kelebihannya itu tidak masalah. Tapi jika ternyata itu ada kekurangan kalau tidak mau disebut kegagalan program-program (usaha) itu, sudah selayaknyalah kita mengevaluasi, mengurai kembali.

Program-program tersebut semestinya mengadakan program paket kredit yang di dalamya terdapat pertanggungan kerugian kredit sebagai jaminan jika terjadi sesuatu peristiwa yang mengakibatkan usahanya gagal atau bangkrut dan tidak produktif.

Pelimpahan resiko terhadap pihak lain biasa disebut pertanggungan. Pertanggungan itu sendiri mempunyai tujuan mengalihkan resiko yang ditimbulkan peristiwa yang tidak diharapkan terjadi itu kepada orang lain yang mengambil resiko untuk menganti kerugian.Sehingga modal pertanggungan ini sangat mungkin dan cocok di lakukan di pedesaan.

Dalam masyarakat pedesaan di kenal bentuk-bentuk sistem tolong menolong, gotong royong yang merupakan elemen penting dalam sistem jaminan sosial di wilayah masyarakat pedesaan. Di masayarakat Jawa ada mekanisme kesambat atau sambatan, tulung tinulung yang mampu mewakili adanya gotong-royong dan tolong-menolong sebagai jaminan sosial jauh sebelum konsep jaminan sosial modern dikenalkan oleh organisasi buruh sedunia.

Mehr dan Camack orang luar negeri yang melakukakn penelitian menyebut adanya pertanggungan yang disebut asuransi timbal balik.cara tersebut mewajibkan semua warga sebuah komunitas untuk menanggung kerugian atau bencana tertentu yang menimpa seseorang warga yang dalam pengelolaannya diserahkan kepada seseorang yang tidak berorentasi mendapatkan keuntungan.

Sebab itu keberadaan pertanggungan kelompok sebagai suatu jaminan sosial masyarakat di pedesaan di pandang perlu. Sehinga dapat menjamin rasa aman bagi seluruh pihak yang terkait dalam rangka meningkatkan produktifitas serta menjaga kelanjutan pembinaan dan pengembangan usaha kelompok tersebut.

Sudah saatnya setiap kelompok-kelompok di masyarakat atau pedesaan yang menerima kucuran kredit usaha produktif didalamya harus terdapat program pertanggungan kematian maupun kebangkrutan usaha.

Seperti halnya program PNPM yang didalamya terdapat kegiatan Kelompok Simpan Pinjam khusus Perempuan dan Usaha Ekonomi produktif menggunakan mekanisme tanggung renteng.

Mekanisme ini lebih mengacu kepada rasa gotong-royong, rasa saling membantu dan kebersamaan termasuk keterjangkauannya oleh seluruh anggota kelompok .

Tanggung renteng sebagai suatu jaminan sosial tradisional yang  berkembang dimasyarakat pedesaan terutama Jawa merupakan suatu mekanisme yang didasarkan kepada nilai-nilai tradisional yang dianut masyarakat lokal.

Oleh karenanya pemerintah atau lembaga lain pengucur kredit sebagai satu-satunya pengelolan tanggung renteng tersebut diharapkan mampu melaksanakan pengelolaan sebaik-baiknya dalam kerangka mewujudkan jaminan rasa aman serta penanggulangan resiko untuk meningkatkan perekonomian masyarakat pedesaan umumnya dan meningkatkan harkat serta martabat maupun pengentasan kemiskinan.

(Dibaca total 126 kali, dibaca 1 kali hari ini)