Jamur Tiram Yang Tumbuh Dengan Baik

Jamur tiram salah satu jenis jamur yang populer di desa Karangnangka, selain jenis jamur lainya yang tak kalah terkenal, seperti jamur kuping, merang dan sitake.

Dulu banyak masyarakat yang belum menyadari khasiat yang ada pada tanaman jamur tiram ini. Masyarakat mengira, semua jamur itu beracun. Jangankan untuk dimakan, memegangpun tidak boleh. Namun seiring berkembangnya ilmu pengetahuan jamur tidak bisa lagi dipandang sebelah mata. Ada banyak manfaat mengonsumsi jamur tiram. Antara lain menurunkan kolestrol sebagai anti bakterial dan anti tumor serta dapat menghasilkan enzim hodrolisis dan enzim oksidasi. Karena banyaknya manfaat jamur tiram, kini masyarakat mulai mengembangkan jamur tiram. Tentu saja dengan jalan membudidayakannya.

Budidaya jamur tiram mulai terkenal sekitar tahun 2000 an. Seperti namanya, usaha ini bak jamur dimusim hujan .

Entah dikota maupun pelosok desa, mereka rame-rame membudidayakan jamur. Sebab keuntungan yang diperoleh dari usaha ini cukup besar. Tentunya dengan modal yang murah dan budidaya yang mudah.

Salah satu pengusaha jamur tiram yang bertempat di Desa Karangnangka Andi mengatakan, ia mulai usaha ini sejak tiga tahun yang lalu.” Bisa dikata telat karena yang lain sudah duluan membudidayakanya, saya malah baru mulai,” ujarnya.

Sosok wira usawan yang lulusan fakultas Hukum Unsoed ini mulai melirik usaha budidaya jamur tiram ini karena sebenarnya biayanya murah perawatannya mudah, tinggal butuh ketelatenan untuk mendapatkan hasil yang maksimal.

Sebagai media budidaya jamur tiram, ia menggunakan campuran serbuk gergaji,katul dan kapur. Katul berfungsi sebagai nutrisi sedang kapur sebagai pengatur keazaman /PH.

Dalam perawatanya sebenarnya paling bagus menggunakan air bekas cucian beras atau leri, ini berfungsi sebagai nutrisi yang dibutuhkan jamur. Tapi air biasa pun tidak masalah.

Karena dalam budidaya jamur tiram ini banyak yang tidak melakukan pembibitan sendiri, mereka lebih cenderung membeli yang sudah siap untuk di budidayakan hanya tinggal merawat untuk di panen dan dipasarkan.

Dalam kondisi baik benih jamur tiram akan menghasilkan 4-5 ons dari mulai panen pertama sampai sudah tidak mau tumbuh jamur lagi di media/baglog tersebut.

Untuk membudidayakan membutuhkan waktu hingga 40 hari, dikarenakan serbuk kayu yang digunakan adalah serbuk kayu keras. Jika mengunakan serbuk kayu albasia hanya butuh waktu 30 hari.

Selama perawatan baglog tidak boleh terkena sinar matahari atau hujan secara langsung. Tempat paling bagus adalah tempat lembab namun tidak tertutup rapat.

Setiap hari Andi bisa memanen antara 3 hingga 4 kilogram jamur tiram. Untuk pemasaran ia hanya menunggu penjual yang datang ke gudangnya maupun diantar pada yang memesan, “ Rata-rata dijual kembali ke pasar , saat ini harga jamur tiram lumayan tinggi kalau di pasaran mencapai Rp. 10.000,- sampai Rp. 12.000,-. per kg. Area penjualanya wilayah Purwokerto saja masih kekurangan setok sehingga belum ada rencana pemasaran ke daerah lain, tetapi yang dipikirkan saat ini bagaimana mengembangkan budidaya jamur tiram ini menjadi besar untuk memenuhi pasar yang saat ini betul-betul kekurangan stok.

Bagi pembaca yang mengginginkan jamur tiram segar datang saja di tempat pembudidayaan jamur tiram, sebelah barat Masjid Karangnangka maupun pesan melalui telp. 081327038235/ email di pemdeskarangnangka@gmail.com

(Dibaca total 70 kali, dibaca 1 kali hari ini)