Hampir sepLayang - Layangekan ini, warga desa Karangnangka dimanjakan dengan pemandangan langka yakni berbagai bentuk layangan hasil kreatifitas warga yang mengudara dilangit desa Karangnangka. Fenomena ini dapat kita lihat disore dan dimalam hari dalam bulan suci Ramadan kini. Layang – layang merupakan salah satu permainan tradisional yang hingga kini masih tetap eksis ditengah gempuran jaman modern dimana semakin banyak permainan modern yang muncul seiring dengan kemajuan tekhnologi.

Layang – layang adalah permainan yang terbuat dari bahan – bahan yang mudah, seperti bambu, kertas, lem, dan juga benang. Uniknya, ketika dimalam hari warga mengkreasikannya dengan menambahkan lampu yang ditempel dilayangan sehingga menambah apik layangan tersebut. Berbagai bentuk kreatifitas warga dapat kita temukan seperti, bentuk ular, ikan, burung – burung, jajaran genjang, dll dengan warna kertas yang warna – warni sehingga menambah semarak langit didesa ini. Ukuran layangan tersebut pun sangat bervariasi dari yang kecil hingga super jumbo besarnya. Para peminat permainan layangan ini juga sangatlah beragam, tak hanya anak laki- laki kecil saja akan tetapi para bapak, ibu, remaja

banyak yang meminatinya, yang jelas permainan ini tidak mengenal adanya perbedaan gender ( laki – laki atau perempuan).

Memainkan layangan di tanah lapang sangatlah menyenangkan sembari menunggu waktu berbuka puasa, sehingga rasa dahaga, lapar, emosi, kegalauan dapat tergantikan ketika kita melihat layangan yang kita ulur mampu bersaing dengan angin menerobos indahnya langit disore hari. Tak jarang para pemain layangan saling berlomba – lomba mengulur benang layangan mereka agar dapat beradu ketinggian, dan ada pula yang sengaja mengadu kekuatan benang layangan. Dan dimalam hari, layangan berlampu itu ikut serta mencerahkan langit malam desa Karangnangka. ( red_ Krisna,Pipit).

(Dibaca total 59 kali, dibaca 1 kali hari ini)