Lokakarya Gerakan Desa Membangun V

KARANGNANGKA- Sebanyak 80 orang peserta mengikuti Lokakarya Gerakan Desa Membangun V selama dua hari yang di mulai Jum`at 13-14 Juli bertempat di Pendopo Musium Kalibeneing Dawuhan kecamatan Banyumas.

Para peserta lokakarya Kepala Desa, perangkat desa,guru, Bloger Banyumas serta masyarakat yang datang dari berbagai Kabupaten seperti Banyumas, Banjarnegara,Cilacap,Bantul, Ciamis dan Majalengka. Selain itu juga hadir Kemenkominfo Pusat, Anggota DPR RI dari Komisi III, Ketua Relawan TIK Indonesia, Camat Banyumas,Lumbir, Huma Jakarta, Politeknik Pratama Purwokerto, Blankon Banyumas, dan Ketua Ruang Belajar Masyarakat (RBM) Majalengka.

Disamping lokakrya para peserta juga mengadakan ziarah kemakam Mbah Kalibening selaku sesepuh desa Dawuhan Banyumas dan orang yang mempunyai andil dalam berdirinya Kabupaten Banyumas, setelah acara ziarah para pserta mengadakan sadranan dengan mengelar doa bersama serta menyantap tumpeng sebagai rasa kebersamaan dari Gerakan Desa Membangun yang hadir.

Sebelum acara tersebut diatas dilaksanakan siangnya telah diadakan Rempug Nasional yang membahas berbagai topik yang menyangkut akan kemandirian desa,hak atas pengelolaan sumber daya alam yang di miliki desa dan yang terakhir kaitannya RUU Desa yang sedang digodok oleh pansus DPR RI.

Seperti yang disampaikan Saefudin,SH Kades Kasegeran “ Bahwa kalau RUU Desa disahkan maka desa dalam pembangunan akan lancar, karena setiap desa akan mendapat 10% dari APBN dan segala sumberdaya alam yang ada akan dikelola sendiri oleh desa tanpa campur tangan pemerintah” katanya.

Sedangkan dari Huma Jakarta Bawor Purbaya,SH menyampaikan “ Masyarakat harus bisa merebut hukum yang tidak berpihak pada masyrakat ,karena saat ini hukum seolah hanya tajam pada masyarakat kecil tetapi tidak pada mereka yang mempunyai kekuasaan atau uang banyak”imbuhnya

Banyumurti Ketua Relawan TIK Indonesia mengatakan “ Gerakan Desa Membangun salah satu bukti nyata bahwa gerakan ini adalah berangkat dari arus bawah yang memang akan menjadikan kekuatan untuk mendorong program dalam Indonesia menuju 2020 yaitu Indonesia sudah terakses internet seluruhnya terutama desa-desa” ujarnya

Sehingga untuk desa-desa yang sudah mempunyai website atau portal dilantik menjadi Relawan TIK Oleh Kemenkominfo.

Untuk kegiatan Lokakarya ini perangkat demit (desa melek it) Karangnangka mengirimkan tiga orang untuk mengikutinya selama dua hari. Kegiatan di bagi menjadi du kelas yaitu kelas lama dan kelas baru, kelas lama ini lebih menitik beratkan pada bagaimana kita mengelola website pada desa – desa yang sudah ada websitenya untuk menjadikan desa tersebut mempunyai citra dan mempunyai manfaat melalui sarana website bagi masyarakat. Dikelas baru para peserta lebih dikenalkan pada bagaimana kita bisa membuat berita kampung dan mengangkat potensi yang ada di desa masing-masin agar orang luar tahu bahwa ternyata desa mempunyai potensi yang luar biasa. Selain itu juga dikenalkan mengenai operasi sistem yang berbasis open source (sumber keterbukaan).

(Dibaca total 49 kali, dibaca 1 kali hari ini)